Aku sedang memandang jendela dari bis double decker. Aku sedang ditugaskan untuk rapat finalisasi kontrak. Walaupun era sudah modern, kehadiran fisik diperlukan untuk memberikan rasa percaya oleh klien. Kita bisa berteman virtual, mengobrol virtual, namun sebuah kepercayaan tidak ada yang virtual. Anda perlu datang langsung ke lokasi. Itulah mengapa pemerintah mewajibkan peserta bank untuk datang ke cabang terdekat bila ingin membuka rekening baru. E-wallet berfungsi mirip seperti bank, namun bukan bank. Aku sedang memikirkan kejadian kemarin lusa, tepat perayaan agustusan. Moment yang terjadi sekali setahun, kami bercengkrama dengan tetangga.

Suara kembang Api bergemuruh, bersaut-sautan dari berbagai arah. Jangan-jangan daerah rumah kami jam 9 malam masih rame, biasanya jam 7 sudah sepi. Walaupun sudah tidak diwajibkan oleh pemerintah, namun RW kami tetap mengadakan acara malam tujuh belasan. Alasannya karena di Real Estate ini warganya tidak saling mengenal, tidak ada arisan, tidak ada PKK. Jadi satu-satunya ajang berkumpul adalah saat malam 17 Agustus, setahun sekali, tidak terlalu menghabiskan sumber daya, soalnya diadakan setahun sekali. Kami duduk di tengah jalan sambil menikmati makanan ringan dan mengobrol dengan teman lama. Dulu saat masih SD kami suka bermain bersama, saat SMP sudah tidak pernah keluar rumah lagi. Kami juga jarang kenal nama orang tua mereka. Kami lebih mengenal tetangga kami dari alamat rumah dan pekerjaannya, kalau namanya, hmm...

Suka ada orang yang tanya rumahnya pak Paijo dimana. Ya mana kami tahu paijo itu siapa. Alamatnya dimana dijawab gak tahu, ditanya kerjannya apa gak tahu. Paling tidak kami tahu pekerjannya apa. Bila tempat bekerjanya tidak tahu, kami tidak bisa banyak membantu.

Kami ngobrol tentang liburan di Singapura. Tidak bebarengan sih, cuman berbagi pengalaman. Kebetulan aku juga pernah ke Singapura. “Singapura enak ya, warganya taat peraturan gak kayak disini”. “itu taat peraturan segan atau takut”? kita tahu sendiri di Singapura peraturan sangat ketat dan ditegakkan. CCTV dimana-mana. Anda merokok sembarangan? Kena denda. Anda meludah? Kena denda. Anda laporan ada kucing mati dijalan saja akan ditanyakan. Jalannya sebelah mana? Di Aspal, di trotoar, atau di taman samping pejalan kaki? Karena 3 bagian tersebut dibawah departemen yang berbeda-beda.

Ada sebuah cerita lama, ada seekor kucing mati, lalu karena melihat kucing mati dijalan, Ada orang baik yang ingin melaporkan kepada pemerintah. Ditelponlah dinas bagian perawatan jalan raya. Saat ditanya kucingnya apakah di aspal, dijawab tidak. “Kucingnya tidak diaspal berarti bukan tanggung jawab kami, Anda silahkan hubungi dinas trotoar. Orang baik tersebut kembali menelepon dinas pejalan kaki. Kembalilah ia ditanyakan “ apakah kucingnya di trotoar atau di taman samping trotoar”? dijawab “diatas rumput diatas taman”. “itu merupakan tanggung jawab dinas pertamanan”. Orang baik ini mulai geram. Mau berbuat baik saja ribet banget. Dilempar sana-sini, pulsa sudah terkuras banyak, masalah belum selesai juga. Lalu dia bersumpah, kalau ini nelpon dinas pertamanan dilempar lagi, ia akan bodo amat. Singkatnya memang itu tanggung jawab dinas pertamanan. “syukurlah tanggung jawab dinas pertamanan, bukan dinas lingkungan hidup karena diatas rumput”. Kisah ini akhirnya menjadi viral dan pemerintah Singapura menstrukturilisasi menjadi 1 dinas khusus. Sehingga bila ada pelaporan dari warga akan mudah penanganannya.

“wah, ternyata di Singapura saja sama kayak di Indonesia, birokrasinya berbelit-belit. Hahahaha”. Walaupun kami menyukai berwisata ke Negeri kecil nano ini, kami sama sekali tidak berminat tinggal disana. Pajak penghasilan tinggi yang mencapai 22% dari penghasilan, bandingkan dengan Indonesia yang bisa 0%, rata-rata 10%. Perbedaan pendapatan dari level staff, supervisor, dan manajer tidak terlalu jauh. Yang membedakan fasilitas dari kantor. Soalnya kalau masuk sebagai fasilitas kantor, maka tidak perlu masuk ke pajak, masuk ke beban perusahaan. Sedangkan pajak perusahaan itu dihitung dari total keuntungan dikurangi beban-beban. Makin banyak bebannya, makin kecil pajaknya. Bandingkan dengan upah karyawan. Belum masuk rekening saja sudah dipotong pajak.

Kami lalu mengobrol tentang kehidupan kami, bagaimana si kelvin yang sekarang sudah menikah, Zhe yang sedang lanjut S2 di amerika, Xin yang disuruh melanjutkan usaha ayahnya padahal ingin jadi dokter hewan, Yoroen ingin jadi pengacara tapi ayahnya ingin dia jadi dokter seperti dirinya dan Jing yang berusaha jualan makanan ringan. Ternyata kami punya masalah masing-masing, namun tetap bersyukur.

Ternyata dalam kehidupan keluarga sama seperti sebuah negara. Tiap negara (keluarga) punya peraturannya sendiri-sendiri. Tidak perlu iri lihat negara (keluarga) lain lebih bahagia, lebih makmur. Tinggal bagaimana caranya membuat keluarga Anda menjadi lebih baik daripada generasi sebelumnya. Yoroen menyeletuk “Aku mending lahir dari keluarga berkecukupan daripada kebebasanku direnggut, pingin jadi hotman paris, malah disuruh jadi dokter”.

Kami menghibur Yoroen “jadi dokter gak buruk-buruk amat kok, sama-sama bantu orang”. “tapi jadi dokter sekarang susah, sudah lulus harus pengabdian ke daerah terpencil pula, apa aku nanti bisa tidur disana? Bisanya tidur di kasur Florence nanti tidur di barack =(, punggungku sakit semua”.

Tidak ada gunanya mercedes E class namun kebebasannya terenggut, dipaksa menikah sama orang asing demi bisnis Ayah Anda. Yang terpenting bagaimana supaya kedepan keluarga Anda lebih baik daripada kakek dan buyut Anda terdahulu. Sesuatu yang tidak Anda sukai jangan diteruskan kepada anak Anda. Hal ini biasa disebut dengan survivor dan victim.

  • Survivor

Merupakan individu yang sadar bahwa ada hal-hal yang tidak disukainya dan berjanji tidak akan melakukannya kepada orang lain. Bila Anda tidak suka dimarahin yang meledak-ledak, menggunakan kekerasan fisik, maka Anda tidak akan melakukan agresi fisik kepada pasangan Anda, kepada anak Anda.

  • Victim

Sebaliknya, ini adalah kondisi dimana Anda tidak tahu hal apa yang tidak Anda sukai dan mengapa saya tidak suka dimarahin, mengapa saya tidak suka dipukul. Akhirnya Anda akan melakukan hal yang sama bila orang lain melukai hati Anda. Bila merasa terancam Anda akan berteriak dan menyerang sumber masalah Anda, bila merasa tidak aman (misalnya Anda melakukan kesalahan) maka Anda akan marah-marah, padahal Anda yang salah.

Kondisi seperti ini biasa terjadi pada hewan. Pada hewan dengan tingkat intelektual tinggi ia bisa menyadari dirinya di kaca. Misalnya lumba-lumba, gajah, dan monyet. Sebaliknya pada hewan dengan tingkat intelektual rendah, ia menganggap bahwa ada hewan lain yang sedang meniru gerakannya.

Sandy diminta oleh ibunya untuk mematikan kompor minyak “Sandy, matikan kompornya, airnya sudah panas kan? Lalu bawa air panasnya ke kamar Mandi, ibu mau mandi”. Lalu Sandy memutar tuas sumbu berlawanan dengan arah jarum jam. Mengantarkan air panas ke kamar mandi. Setelah Ibunya selesai mandi, tiba-tiba ibunya berteriak “SANDY! SUDAH BESAR MEMATIKAN KOMPOR SAJA TIDAK BISA!!!” lalu ibunya mengambil sedikit air untuk dilempar keatas kompor. Seperti yang kita ketahui, untuk mematikan kompor minyak tanah, perlu disiram air atasnya, bila cuman diputar kekiri hanya mengecilkan sumbunya saja, apinya masih hidup. Seharian ibu Sandy mengomel karena anaknya sudah kerja masih saja tidak bisa mematikan kompor.

Sandy merasa jengkel karena dirinya lupa bahwa mematikan kompor minyak tanah berbeda dengan mematikan kompor LPG. Kalau LPG tinggal diputar tuasnya pasti mati. Ia pulang kerumah karena idul fitri, rencananya mau bercengkrama dengan keluarga. Baru sehari sampai rumah sudah diomeli oleh ibunya. Padahal yang dilakukan Sandy tidak sengaja.

Ketika orang tua Anda memarahi Anda bila Anda melakukan kesalahan, lalu bila Ada orang lain melakukan hal serupa (kesalahan) Anda akan memarahinya. Padahal Anda sadar betul saat orang tua Anda marah-marah, Anda tidak menyukainya. Anda melakukan kesalahan yang tidak disengaja namun ibu Anda mengomel seharian. Perilaku ini bila Anda tidak menyadarinya, Anda otomatis akan melakukan hal sama terhadap orang lain. Anda akan melakukannya kepada anak Anda. Tidak melulu perkara marah-marah, namun juga melarang bermain, terlalu mengekang, dan cara berpikir tradisional.

Setelah sampai di Jakarta, rencana akan makan malam di restoran Hanamasa, perusahaan makan All you can eat grill dan shabu model jepang ini sebagian besar sahamnya dimiliki oleh erick thohir. Harga makanannya Rp. 188.500 belum termasuk pajak untuk makan sepuasnya selama 1,5 jam. Bila Anda makan terus menerus, maka biasanya 1 jam perut Anda sudah penuh. Belakangan banyak warung makan yang menyediakan all you can eat dengan konsep seperti Hanamasa. Harganya bervariasi mulai dari Rp. 50.000 – Rp 100.000. waktu makannya malah kadang tidak dibatasi. Kalau di Semarang ada contohnya Shabu Hen, per porsinya Rp. 85.000. Tapi ya tetap makan 1 jam dan 3 jam, perut Anda muatnya sama. Kecuali Anda disana 16 jam, maka Anda bisa makan pagi, siang dan sore. Beli Hanamasa dan Shabu Hen, jumlah makanan yang bisa masuk ke perut Anda tetap sama.

Aku berpikir bahwa acara makan-makan seperti ini sifatnya pemborosan, bila menggunakan uang pribadi Aku tidak pernah mau. Untungnya ini adalah perjalanan dinas sehingga makan ditanggung perusahaan. Anggaran makan-makan ini termasuk kategori entertainment. Fungsinya adalah supaya pelanggan kami senang karena sudah membuat perjanjian kerja bersama kami. Karena Aku seorang sales, sebulan berhasil mendapatkan 8 proyek, maka aku 8 kali melakukan makan di restoran mewah. Sebelum ini, Aku makan di Seoul, masakan korea. Otomatis Aku update di Instagram dong. Kalau pakai anggaran pribadi, eman-eman.

Aku berpikir, pendapatan kita juga menggunakan konsep yang sama, mau pendapatan UMK dan pendapatan 2x UMK, yang Anda makan juga sama, lalu mengapa ingin lebih? Beli punya pendapatan lebih bisa untuk kredit mobil? Mungkin, Anda akan bahagia 3 bulan pertama, selanjutnya kepala Anda akan pusing. Bagaimana tidak, bahan bakar Anda akan membengkak 10x lipat, pajak kendaraan Anda membengkak 10x lipat, biaya servis membengkak 10x lipat. Akhirnya kembali naik motor karena bensin mobil yang boros. Suatu waktu aku pernah dipinjami sepeda motor, kami tukeran kendaraan. teman saya bernama Gagas, “pinjem mobilmu dulu, mau nganter ibu ke jogja ini”. Sebagai teman yang baik aku meminjamkannya. Karena Gagas orang kepercayaan di organisasi, jadi aku ijinkan. Walaupun aku tidak punya SIM motor, untuk muterin kompleks rumah lumayan lah, bisa buat beli makanan depan kompleks. Biasanya, bila pakai mobil, bensinku habis Rp. 100.000 per minggu, ini tergolong hemat karena mobilnya konsumsi bahan bakarnya 1:12. Setelah Aku pakai motor, ini motor isi full tank 4 liter kurang dikit bisa dibuat muter-muter selama seminggu. Kalau bukan karena peraturan orang tua tidak boleh menggunakan sepeda motor, aku sudah jelas memilih motor karena lebih cepat sampai lokasi.

Pendapatan lebih itu merupakan rejeki orang lain yang dititipkan kepada kita. Bila Anda mampu, sewalah jasa asisten rumah tangga, bukan perkara upahnya, namun niatkan membantu orang lain yang membutuhkan. Membantu dengan memberikan uang secara cuma-cuma itu tidak mendidik. Anda juga tidak dapat membantu semua orang. Lebih baik memberikan ia sebuah pekerjaan sehingga kita tetap menjaga kehormatannya. Kebahagiaan Anda akan lebih bahagia bila Anda berbagi dengan orang lain, bersedekah, memberikan tempat tinggal untuk anak yatim, berbagi dengan tetangga Anda yang kurang beruntung. Bonusnya adalah, orang yang Anda bantu akan melindungi Anda. Bila Anda habiskan pendapatan Anda untuk diri Anda sendiri, membeli mobil misalnya. Maka Anda perlu menjaga aset tersebut. Apa bukti bahwa rejeki kita akan lebih bahagia bila dibagi ke orang lain? Terutama tanpa pamrih? Saat membangun keluarga, secara tidak langsung kita telah membagi rejeki kita kepada orang lain. Anda dengan kesadaran penuh sadar bahwa bila Anda punya anak, anak Anda tidak akan bisa memberikan hal-hal yang sudah Anda berikan kepadanya selama paling tidak 20 tahun. Namun hal ini terbayarkan dengan kebahagiaan memiliki anak. Bahagia karena tahu mereka tidak bisa membalas kebaikan kita, berbagi tanpa pamrih.

Sinar matahari mulai masuk kedalam kamar, Aku terbangun di kamar hotel karena cahayanya. Masih terasa sisa-sisa pesta daging tadi malam, pagi ini perutku sudah tidak sepenuh tadi malam, sepertinya ingin kembali ke saat tadi malam makan daging dengan kuah yakiniku, dipanggang dengan api kecil. Segera menuju kamar mandi, karena pagi ini akan rapat dengan klien. Kamar mandinya ada bathub, sambil berendam aku mengingat-ingat kembali kejadian saat makan malam tadi “Pak, jamnya imut amat” rekanku mengomentari smartwatch yang aku pakai “iya, ini miband 2”. Dengan penuh rasa ingin tahu dia melanjutkan “apa gak kekecilan itu pak? Tangannya kan besar, kok pakai jam kecil”? sambil tersenyum saya menjawab “jam saya memang kecil, yang terpenting waktu yang ditunjukkannya sama, akurat”. Bisa-bisanya sebuah jam menjadi pembuka sebuah obrolan, saya melihat jam saya lagi, baru ada 25 langkah, dari kasur ke kamar mandi. Saya segera menyelesaikan mandi, bersiap-siap, makan lalu berangkat ke tempat rapat.

Akhirnya rapat hari ini selesai. Langsung menuju bandara mengejar pesawat. Sambil melihat kotak disamping, Aku masih ingat diberi kenang-kenangan dari Febri, salah satu klien saya. Lalu saya membuka kotak kadonya. Katanya ini hadiah ulang tahun aku yang akan jatuh minggu depan. Aku sendiri sampai lupa kalau minggu depan ulang tahun.

Aku buka kertas kadonya, di dalamnya terpadat kotak, sepertinya ini kotak jam, setelah dibuka ternyata benar isinya jam tangan rolex. Aku tutup kotaknya, berpikir kira-kira mau dikasihkan siapa ya. Hematku sekarang sudah eranya wearable device, tidak ada gunanya pakai jam konvensional, karena cuman bisa untuk menunjukkan waktu, sedangkan kalau memakai Smartwatch bisa menghitung langkah kaki, kalori, jarak, dan detak jantung. Sudah berapa jam tangan hadiah dari klien aku berikan ke orang-orang terdekatku, sedangkan menolak pemberian itu tidak baik. Bila Anda tidak berkenan dengan sebuah hadiah, cukup terima dan berikan kepada orang lain. Bila Anda menolak, akan menyinggung pemberi hadiah. Manusia itu ahli berimajinasi, bila Anda menolak rekan Anda akan overthinking apakah hadiah saya jelek, apakah hadiah saya desainnya jadul, dan apakah harganya terlalu murah hingga ditolak. Bisa saja aku beli samsung galaxy watch atau apple watch. Bisa juga upgrade ke miband 5. Namun menurutku produk Apple dan Samsung secara fungsi bisa didapatkan oleh miband 2, yaitu fungsi langkah kaki dan detak jantung, selebihnya aku tidak membutuhkan. Sedangkan Miband 5 bedanya lebih stylish saja.

Kali ini aku pulang naik pesawat, padahal aku sudah pesan tket bis buat besok malam, mau mampir ke rumah saudara terlebih dahulu, tiket pesawat ini dibayari oleh klien aku. Tadi pagi sebelum rapat aku ngobrol bebas, ditanya pulang kapan “Dirimu pulang kapan”? aku jawab “besok malam, mau ke rumah saudara di lebak bulus, naik bis”. Tahu-tahu tadi sore diberikan tiket pesawat.

Saya menggunakan sepatu kicker, laptop ThinkPad, pakaian executive supaya pantas dan tidak dibelikan upeti oleh kolega, kalau berpakaian terlalu sederhana mitra suka memberikan hadiah-hadiah. Mengurangi kemungkinan dibelikan kenang-kenangan. Mungkin supaya kolega saya tidak malu saat rapat dengan aku. Ntar ditanya sama staffnya, rapat sama siapa sih, gembel amat. Dikirain mau pinjem uang. Pulang naik bis saja diganti pesawat. Ya, untuk jam tangan, kalau ada yang belikan smartwatch mungkin aku move on dari miband 2.

Setelah sampai di bandara saya langsung menuju ke Saphire Blue Sky Lounge. Lounge ini gratis untuk beberapa pemegang kartu kredit. Waktu itu aku ditelepon bank ditawari kartu kredit, sebenarnya aku bukan tipe orang yang menggunakan kartu kredit, namun setelah aku riset tentang kelebihan kartu kredit ini adalah bisa masuk lounge bandara gratis, langsung aku iyakan. Tidak pernah menggunakan kartu kreditnya, tetapi memakai perk-nya. Lumayan, bila Anda merogoh kocek Anda sendiri untuk masuk lounge, biayanya berkisar Rp. 140.000. bila Anda menggunakannya 10 kali, Anda sudah berhemat Rp. 1.400.000. banyak orang yang menolak bila menggunakan kartu kredit, karena ia beli barang cash, tapi menurut aku, kita lihat perk kartu kredit tersebut, bila kita bisa memanfaatkan perk-nya, mengapa tidak. Tidak perlu menggunakan fitur utamanya.

Saphire termasuk Lounge yang cukup mini, ukurannya kecil. Hari ini kebetulan sedang sepi, biasanya ramai sekali. Hanya ada aku dan seorang perempuan di depan. Aku bermain dengan Laptopku. Nyicil berkas-berkas yang perlu dibereskan. Dalam kondisi ramai seperti ini, aku tidak bisa bekerja maksimal, namun lumayan lah, daripada tidak disentuh sama sekali. Bila aku duduk di ruang tunggu biasa, tambah tidak bisa konsentrasi. Bila Anda sedang berada di lounge, pastikan Anda berkenalan dengan orang lain. Biasanya orang-orang di lounge adalah orang-orang terpilih yang pintar mencari kesempatan, seperti kesempatan menggunakan perk kartu kredit. Hahaha....

Sedari tadi aku perhatikan perempuan diseberang mencuri-curi pandang ke arah aku, sepertinya dia juga sendirian, saat dia mulai mencoba mencuri pandang untuk kesekian kalinya, mata kami bertatapan. Ia melemparkan senyum manisnya. Ini adalah kode bahwa kehadiran Anda telah diterima. Segera mendekat untuk memulai pembicaraan ringan.

Namanya Natasha, menggunakan blazer. Aku melakukan teasing “mau ngantor mbak”? Natasha tertawa renyah “hahaha, biar gak dikira TKI, ribet di imigrasi ntar”. Sudah rahasia umum bila Anda melakukan penerbangan internasional dan menggunakan pakaian yang kurang proper, Anda akan lebih banyak ditanya-tanya daripada bila Anda berpakaian resmi. Apalagi bila Anda menggunakan jas, dijamin aman. Natasha memiliki bisnis pengolahan nikel, sebenarnya ia ingin menjadi pengacara, membela rakyat kecil yang kurang beruntung. Dengan kekayaan yang dimilikinya sekarang, ia bisa mengejar passionnya. Ditambah lagi seorang perempuan yang tidak punya tanggung jawab sosial untuk mencari uang. Namun setelah ayahnya meninggal, Natasha geram dengan tingkah penerus ayahnya, ia tidak tega karyawannya diperlaukan semena-mena. Akhirnya dengan berat hati ia mengambil alih perusahaan. Untuk menunjang passionnya, Natasha mendirikan LBH supaya masyarakat lebih mudah menghubungi Natasha. Dengan posisinya sekarang, masyarakat pasti segan meminta bantuan untuk urusan remeh temeh. Harapannya dengan didirikannya LBH maka masyarakat mudah untuk meminta bantuan, ditambah mahasiswa hukum bisa magang.

Natasha rencananya akan terbang ke vietnam menggunakan pesawat pribadinya. Bukan, bukan pesawat jet pribadi, hanya pesawat Cessna 172, harga pesawat ini sangat murah dibandingkan pesawat jet pribadi yang puluhan miliar, Cessna ini hanya sekitar 5 miliar. “lebih murah beli pesawat sendiri, tiap minggu pulang ke Indonesia”. Natasha punya rumah di Vietnam, ia memilih Vietnam karena kurs rupiah kuat disana, itulah mengapa beras vietnam bisa murah sekali, apakah Anda tidak berpikir bagaimana bisa orang vietnam hidup dengan harga semurah itu? Jawabannya karena kurs mereka. Sama seperti China yang menjaga nilai mata uangnya rendah sehingga tetap bisa ekspor barang dan investor invest di China karena biaya produksinya lebih murah karena nilai tukar Renminbi. Natasha mengaku bahwa ia harus selalu melakukan langsung bisnisnya ke Indonesia, atau kalau LBHnya sedang menangani kasus hukum, ia akan lebih banyak menghabiskan waktu di Indonesia. Saat ditanya mengapa memilih vietnam, apakah punya bisnis disana, Natasha tidak mau mengaku.

“pasti kamu mau ngemplang pajak disana kan”. Natasha kaget kenapa aku bisa tahu hal ini. Undang-undang Indonesia memang memungkinkan rakyatnya untuk tidak membayar pajak bila kita tinggal diluar negeri lebih dari 185 hari. Ini adalah peraturan peninggalan presiden Soeharto yang belum direvisi sampai sekarang. Karena Natasha menggunakan Visa wisatawan dan tidak bekerja di vietnam, ia juga tidak mebayar pajak penghasilan di vietnam karena visanya visa berlibur, dan secara fisik juga tidak melakukan pekerjaan. Jadi lain kali Anda melihat orang yang kerjannya update foto di luar negeri, jangan-jangan ia sedang menggelapkan pajak, kerjannya hanya jogging dan mendekam di dalam rumah. Bila terlalu boros maka bisa jadi biaya hidupnya lebih mahal dari pajak yang diselundupkan, hal ini tentu jadi mengaburkan tujuan utama. Golongan menengah atas segala tindakannya diperhitungkan. Bahkan bilangnya liburan padahal tujuannya penggelapan uang. Apalagi kalau tujuannya Macau, ada indikasi pencucian uang. Mereka ke luar negeri demi menambah kekayaannya, kalau kita keluar negeri menghabiskan uang. Bandingkan dengan mereka, rekreasi habis Rp. 100 juta demi menyelamatkan 5 miliar terlihat kecil bukan? Itulah mengapa tas LV masih ada yang beli.

Natasha sedang dalam misi merevolusi bisnisnya. Semasa kepemimpinan ayahnya bisnisnya berjalan konvensional, hasilnya banyak terjadi fraud kecil-kecilan yang kalau dijumlahkan hasilnya lumayan. Tentu saja perubahan ini ditentang oleh para karyawannya karena sudah nyaman dengan cara kerja yang sekarang. Bila dirubah maka mereka perlu bejalar hal baru. Lee Kon Hee, seorang chaebol di korea sekaligus CEO Samsung berkata “semuanya bisa dirubah, kecuali istri dan anak-anakmu”.

“Saya sudah pernah bilang ke ayah untuk mengubah cara pelaporan ke paperless. Menggunakan teknologi sehingga lebih transparan, tapi ayah bilang karyawannya sudah pada senior, metode sekarang juga masih cukup. Padahal Saya sudah bilang dari tahun 2005an”. Saat ini Natasha mengaku tinggal sendirian. Tidak suka kalau dirumahnya ada orang lain, saat ditanya kenapa tidak mencari suami, ia berkilah bahwa ia mau memperbaiki bisnis ayahnya dulu. Walaupun terpaksa dan tidak menyukai bidang pemurnian nikel, tapi kalau tidak diurus, bisnisnya akan stuck dan tinggal tunggu waktu hingga bangkrut. Bagaimana nasib karyawannya? Bagaimana pertanggung jawaban di hadapan Tuhan kelak? Sudah menelantarkan orang banyak. Bila perusahaannya bangkrut, bagaimana nasib karyawan, istri dan anaknya? Sekarang Natasha mencoba melakukan perubahan. Hal ini dilakukan sebagai wujud penghormatan kepada sang ayah yang sudah membuat bisnis ini dengan susah payah. Apalagi nikel adalah salah satu bahan utama pembuatan baterai. Seharusnya prospek kedepan masih bagus

Aku jadi berpikir, nenek saya punya sawah, tapi anak-anaknya tidak ada yang menjadi petani, pada kerja dibidang swasta. Anak-anaknya menganggap bahwa bertani tidak dapat menghasilkan banyak uang. Padahal sawahnya lumayan luas, ada 10 hektar. Seandainya ada anaknya yang mengurusi sawahnya dengan cara modern, aku yakin sekarang sudah jauh berkembang dan bisa membanggakan. Jadi Aku berpikir bahwa bila kita lahir dari keluarga yang kurang beruntung kita harus memastikan anak kita kelak sudah lahir dari keluarga yang beruntung. Jangan menjadi victim dimana karena kita lahir dari keluarga kurang beruntung, maka anak kita juga harus merasakan pahitnya kehidupan.

 Sebentar lagi pesawatku akan terbang, aku berinisiatif untuk bertukar kontak dengan Natasha.

Silahkan mendaftar menjadi teman jaski di aplikasi jaski yang bisa di download di play store dan apps store. Ikuti kami di fanspage, Twitter dan Instagram untuk mendapatkan update terbaru dari kami.

09 July 2020 11:37 112 hits Informasi