Apakah Anda mempercayai adanya makhluk gaib?

Bagaimana kesurupan bisa terjadi?

Kesurupan merupakan fenomena yang sudah menjadi bagian dari cerita masyarakat Indonesia. Kesurupan dikenal menjadi 2, yaitu kesadaran menurun dan diam, kedua kesadaran juga menurun, bergerak liar dan berteriak histeris. Kita mempercayai bahwa kesurupan diakibatkan oleh makhluk gaib, roh atau jiwa lain masuk ke dalam tubuh manusia.

Dalam ilmu kejiwaan dikenal dengan istilah disosiasi, atau histeria.

Disebut histeria bila kondisi emosi ekstrim, berteriak-teriak yang timbul karena rasa cemas yang mendalam. Histeria dapat terjadi karena pengalaman traumatik yang selalu ditekan kedalam alam bawah sadar, ketika pertahanan akal sehat lemah, hal ini akan membuat individu menjadi dikendalikan oleh alam bawah sadarnya. Sebenarnya tujuan menekannya adalah untuk menghilangkannya, sayangnya tidak mudah untuk dihilangkan. Sehingga suatu saat akan muncul ke alam sadar dalam bentuk kesurupan.

Kalau disosiasi adalah kondisi dimana hubungan tubuh terganggu. Tubuh kan fungsinya gabungan dari ingatan, persepsi, keinginan, respons sensori, dll. nah saat disosiasi hubungan ini terganggu, sehingga menyebabkan terlepas dari lingkungannya. Melamun itu termasuk dalam disosiasi lho teman Jaski. Anda pulang kerja, lalu ingin mampir ke toko kelontong, tahu-tahu sudah sampai depan rumah, itu termasuk disosiasi. Jadi sebenarnya kita ini sering mengalami kejadian kesurupan loh.

Mau ngak disebut kesurupan? Belum tentu, setiap kondisi yang sudah terbiasa, tubuh akan melakukan auto pilot, seperti menulis tidak perlu lihat kertasnya apa yang kita tulis, mengetik tidak perlu melihat keyboard, menyetir bisa sambil ngelamun.

Mengapa melamun disebut disosiasi? Karena saat Anda melamun, informasi berupa suara, penglihatan, lingkungan sampai ke indra sensor Anda (buktinya saat Anda menyetir masih bisa menjalankan mobil dengan aman tanpa menabrak) namun tidak diproses atau diindahkan oleh otak kita, karena otak kita sedang memikirkan hal lain.

Ketika Anda sedang marah, sedih, gembira, Anda dapat mengeluarkan perilaku yang berbeda dari biasanya. Misal mabuk. Mengapa mabuk tidak dianggap sebagai kesurupan?

Sama, disosiasi juga begitu, cuman bedanya yang ambil alih adalah alam bawah sadar.

Lalu apa penyebab disosiasi?

Ada 2 faktor, yaitu internal dan eksternal

Eksternal dipengaruhi karena lingkungan memberikan tekanan atau stressor kepada kita. Misal bencana alam, skripsi, penerimaan snmptn, tidak lolos SBMPTN, gagal jadi lurah, gagal jadi bupati.

Internal dipengaruhi oleh kemampuan otak dalam menganalisa lingkungan, merencanakan tindakan, melakukan eksekusi, evaluasi dan lainnya. Misal: kurangnya kemampuan memberikan fokus akan memudahkan seorang individu untuk melamun.

Bila individu memiliki kepercayaan kuat bahwa kesurupan ada, semakin mudah ia mengalami kesuruppan.

Sehingga dorongan emosi, energi yang selama ini terpendam meluap.

Silahkan mendaftar menjadi teman jaski di aplikasi jaski yang bisa di download di play store dan apps store. Ikuti kami di fanspage, Twitter dan Instagram untuk mendapatkan update terbaru dari kami.

 

12 July 2020 06:12 103 hits Informasi