Tuhan menuliskan bahwa orang yang tidak tahu tidak akan mendapatkan dosa.

Terdengar enak ya, namun bila Anda telusuri lebih dalam, orang tersebut sudah dihukum di dunia. Orang yang tidak tahu adalah orang yang bodoh. Bodoh karena tidak mau belajar. Belajar tidak mesti di sekolah. Belajar bisa dari mana saja, bisa dari kehidupan. Jadi bila Anda kurang beruntung, tidak masalah, Anda masih bisa belajar di jalanan. Yang menjadi masalah adalah bila Anda pulang kerja lalu bersantai-santai saja tanpa pernah mempelajari ilmu baru. Hidup Anda akan tenang, Anda tidak akan dikenakan dosa atas kesalahan yang tidak Anda tahu. Tapi Anda dihukum instan oleh Tuhan. Contohnya adalah orang yang tidak tahu bahwa perkataannya menyakiti orang lain, mungkin ia tidak mendapatkan dosa karena tidak sengaja, namun kalau berkali-kali? Malaikat juga akan geram.

Apakah Anda memiliki SIM A? SIM C? Nembak atau bikin sendiri. Setelah Anda mendapatkan SIM, Anda akan dianggap mengetahui peraturan lalu lintas. Bila Anda melanggar, terlepas sadar atau tidak, Anda bisa ditilang polisi. Polisi menilang itu bukan karena benci kepada Anda, atau mau morotin Anda, namun demi kebaikan bersama. Nanti bila Anda melanggar, lalu terjadi laka, orang lain bisa dirugikan. Apakah Anda tidak peduli dengan keselamatan orang lain? Anda sangat egois. Anda tidak akan sukses bila masih egois. Namun bila tujuan hidup Anda adalah menikah, membesarkan anak, maka lanjutkan saja perilaku Anda. Setiap individu memang sudah di install software untuk menikah dan membesarkan anak. Bila Anda tidak punya visi, maka Anda akan menggunakan aplikasi yang sudah terinstall, dimana di installnya sudah jutaan tahun yang lalu sejak makhluk hidup berupa amoba.

Anda tidak pakai helm. Apakah maksud polisi ingin morotin Anda? Tidak, polisi itu sayang kepada Anda. Bila terjadi kecelakaan, dan kepala Anda terluka, maka kemungkinan Anda mati akan semakin besar.

Selama perang dunia kedua, helm mulai diciptakan. Setelah helm diciptakan, maka jumlah tentara terluka semakin banyak. Hal ini tentu malah menjadi pertanyaan oleh para pemimpin. Loh ini helm bagaimana sih? Diciptakan untuk melindungi hasilnya malah pulang banyak yang terluka. Setelah diteliti lebih lanjut ternyata kalau sebelum ditemukan helm, maka para serdadu mati ditempat setelah terkena proyektil. Sekarang, tentara tidak mati, hanya terluka.

Sama seperti Anda. Anda tidak menggunakan helm itu bukan karena Anda yakin tidak akan kecelakaan, Anda jalan dengan hati-hati, namun risiko bisa datang dari mana saja. Bisa dari orang yang belajar menyetir, ada meteor jatuh, kebo nyasar da lain-lain. Seandainya Anda terluka, Anda tidak mati. Sebenarnya bila Anda mati, tidak masalah, yang masalah adalah orang yang Anda tinggalkan, sodara Anda, dan anak Anda.

Tapikan kalau kecelakaan masuk rumah sakit biayanya mahal. Saya tidak punya uang. Itulah gunanya asuransi. Dengan menyumpang pada asuransi, maka keuangan Anda akan aman bila sewaktu-waktu Anda mengalami kecelakaan.

Orang yang melanggar lampu merah sangat mungkin ditabrak kendaraan lain dari samping. Bisa saja Anda tidak tahu kalau lampu sudah menjadi merah. Namun Anda langsung diberikan hukuman oleh Tuhan berupa kecelakaan. Itulah harga yang perlu Anda bayarkan bila Anda bodoh. Teruslah belajar biar hidup Anda tidak sulit, belajar itu mudah, asal ada kemauan

Silahkan mendaftar menjadi teman jaski di aplikasi jaski yang bisa di download di play store dan apps store. Ikuti kami di fanspage, Twitter dan Instagram untuk mendapatkan update terbaru dari kami.

14 July 2020 07:55 97 hits Informasi